Chat with us, powered by LiveChat

Yang Turis Mesti Tahu Kalau ke Perbatasan Korea Utara

Turis bisa datang ke kawasan DMZ atau Korean Demilitarized Zone yang berada di perbatasan Korea Utara dan Selatan. Tapi ada aturannya.

Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) adalah zona bebas senjata yang dibentuk oleh Korea Selatan dan Korea Utara pada 27 Juli 1953 silam. Walaupun kunjungan ke wilayah ini sangat terbatas, tetapi beberapa tempat dibuka untuk wisata khusus.

Dilansir dari CNN Travel, Kamis (14/3/2019) ada yang perlu diperhatikan traveler yang ingin datang ke wilayah yang dulunya terkenal dengan kesan menegangkan ini. Wisatawan harus membooking tur dari operator resmi seperti Koryo Tours di Utara dan Viator di Selatan.

Di Korea Utara ada dua titik destinasi yang ditawarkan di kawasan DMZ. Yaitu Panmunjom dan Pos Pantau (Concrete Wall) yang menghadap ke penghalang anti-tank Korea Selatan di ujung selatan zona perjanjian.

Sedangkan di DMZ wilayah Korea Selatan, terdapat beberapa taman, menara pandang, museum dan beberapa trek perjalanan. Perlu nih kamu ketahui, wisatawan AS dilarang mengunjungi Korea Utara semenjak 1 September 2017 dan satu-satunya akses melalui Korea Selatan.

Jika traveler memesan jasa tur, kemungkinan nantinya juga akan dibawa ke Infiltrasi Tunnel (terowongan yang dibangun Korea Utara), Freedom Bridge yang dibarikade, Taman Perdamaian Nuri, Dora Observatory dan Mount Odu Observatory.

Adapun tempat utama yang ditawarkan dalam tur ini yaitu Mount Odu Observatory atau dikenal juga Unification Hill, yang menyediakan spot untuk turis menggunakan teropong menikmati pemandangan 360 derajat melintasi semenanjung.

Dari spot ini kamu bisa meliat kota-kota modern dan mobil-mobil Korea Selatan dalam satu arah yang bersanding dengan pemandangan rawa-rawa Korea Utara. Meski sepi, namun bila beruntung kamu akan melihat elang, beruang, kambing atau rusa di kawasan rawa ini.

Beberapa tur juga memberikan kesempatan wisatawan untuk ngobrol dengan orang Korea Utara yang membelot dari negaranya. Mereka nantinya akan menceritakan bagaimana kehidupan di Korea Utara.

Meski traveler yang berkunjung dikawal dan dililit oleh aturan yang cukup ketat, namun jangan lupa untuk menikmati keindahan dan atraksi yang ada di sini ya. Di sini ada museum seni kotemporer, lapangan golf 3 lubang dan tempat bertemu selebriti.

Meskipun kawasan DMZ adalah tempat wisata di Korea Selatan, namun bukan berarti wisatawan bisa sebebasnya ke sana kemari atau berkeliaran. Di kedua sisi perbatasan, turis harus bersama pemandunya dan pengawalan militer setiap saat. Dan juga turis nantinya diminta mengisi formulir yang akan memberi ganti rugi jika membelot atau melenceng dari paket yang disediakan. Serta harus selalu membawa pasport.

Kamu pasti berpikir bahwa aturan di Utara sangat ketat dan menegangkan bukan? Ternyata di kawasan Selatan juga menetapkan aturan lho. Di Panmunjom, tepatnya saat kamu mencicipi kuliner Dak Galbi turis diminta memperhatikan busananya.

Tidak ada pakaian ketat, celana jeans robek, tidak ada sandal ataupun celana pendek. Juga dilarang melambaikan tangan, memberi isyarat, menujuk ataupun mengambil gambar tanpa izin.

Singkatnya, ini poin penting yang perlu diperhatikan turis yang berkunjung ke kawasan DMZ.

1. Selalu membawa paspor
2. Pakaian
Jika di Korea Selatan tidak boleh pakai celana pendek ataupun robek, tidak memakai rok ataupun baju kamuflase. Sedangkan di Korea Utara dilarang melambaikan tangan, menujuk atau memberi isyarat, dilarang mengambil foto tanpa izin.
3. Harus ditemani tur guide resmi. Pemesanannya biasanya dilakukan satu minggu sebelum keberangkatan.
4. Waktu perginya Selasa-Jumat
5. Waktu terbaik berkunjung musim semi atau gugur.
6. Situs utama yang dikunjungi di kawasan ini Joint Security Are (JSA) Freedom Bridge, Infiltration Tunnels, Mount Odu Observatory.